Aliran air PAM/PDAM yang kecil, tidak stabil, atau bahkan hanya mengalir di waktu tertentu masih menjadi masalah bagi banyak rumah tangga di Indonesia. Kondisi ini menyebabkan pasokan air terganggu, sehingga berbagai aktivitas menjadi terhambat.
Untuk mengatasinya, penggunaan tangki air pendam atau tanam menjadi solusi yang efektif. Posisinya yang dipasang di bawah tanah memungkinkan air PDAM tertampung dengan lebih mudah. Dengan begitu, pasokan air bersih pun tetap lancar meski aliran PAM sedang lemah atau tidak stabil.
Penyebab Aliran Air PDAM Kecil dan Tidak Stabil
Ada beberapa faktor utama yang menyebabkan air PAM/PDAM mengalir kecil, antara lain:
1. Tekanan Air PDAM Tidak Stabil
Pada jam-jam sibuk, banyak pelanggan menggunakan air PAM secara bersamaan. Kondisi ini menyebabkan konsumsi meningkat drastis sehingga tekanan air di jaringan distribusi menurun.
2. Menyala di Jam-Jam Tertentu

Di beberapa wilayah, distribusi air PAM diatur berdasarkan waktu tertentu. Akibatnya, air hanya mengalir pada jam-jam tertentu, sementara di luar jam tersebut alirannya pelan atau tidak ada sama sekali.
3. Penggunaan Pompa Tidak Sesuai Aturan
Aliran air yang kecil juga sering terjadi karena adanya rumah yang menyedot air langsung dari pipa PDAM. Selain mengganggu tekanan air di jaringan distribusi, cara ini juga melanggar aturan dan berisiko dikenakan sanksi oleh pihak PDAM.
4. Gangguan pada Jaringan Pipa Distribusi

Aliran air PAM pelan juga bisa dipicu oleh berbagai gangguan teknis pada jaringan pipa, seperti:
- Terdapat sumbatan atau endapan di dalam pipa distribusi
- Kebocoran pipa yang tidak terlihat atau belum terdeteksi
- Perbaikan jaringan atau pengaturan aliran oleh pihak PAM
5. Posisi Rumah Jauh dari Pusat Distribusi
Lokasi rumah juga memengaruhi kuat-lemahnya aliran air PDAM. Rumah yang berada di ujung jalur distribusi umumnya menerima tekanan air yang lebih rendah, sehingga aliran air PDAM terasa kecil.
Karena berbagai faktor tersebut, mengandalkan air PAM saja sering kali belum cukup untuk menjamin pasokan air bersih yang stabil setiap hari.
Kenapa Tangki Pendam Menjadi Solusi Mengatasi Aliran PDAM Kecil?

Secara penempatan, tangki pendam atau toren tanam dipasang di bawah tanah sehingga aliran air PAM/PDAM bisa mengisi tangki dengan lebih mudah meskipun tekanannya kecil. Air yang telah tertampung ini kemudian dialirkan ke seluruh rumah, baik ke tangki atas maupun langsung ke setiap keran.
Manfaat utama penggunaan tangki pendam antara lain:
- Pasokan air tetap tersedia meskipun air PAM sedang kecil atau mati
- Aktivitas harian tetap lancar tanpa bergantung pada jam aliran PAM
Ingin tahu cara merawat tangki pendam agar awet dan kualitas air tetap terjaga? Simak panduannya di sini!
Butuh Tangki Air Pendam yang Tahan Lama?
Untuk memastikan pasokan air PAM/PDAM tetap aman dan stabil, tangki pendam atau Underground Tank Penguin hadir sebagai solusi yang tepat untuk kebutuhan jangka panjang.
1. Tahan Lama

Terbuat dari polietilena 100% murni berkualitas tinggi dengan dinding ekstra tebal dan struktur kaki yang menyatu dengan badan tangki, sehingga:
- Tahan terhadap tekanan air dan tanah
- Tidak mudah meleyot, retak, atau bocor
2. Tetap Stabil
Underground Tank Penguin dilengkapi fitur Anti-Float yang memungkinkan pemasangan baut angkur, sehingga tetap stabil dan tidak mengapung meskipun:
- Tangki dalam kondisi kosong
- Tekanan air tanah meningkat
Selain memastikan posisi tangki tetap stabil, fitur ini juga membantu melindungi sistem pemipaan, sehingga aliran air tetap lancar.
3. Instalasi Praktis

Toren air tanam Penguin dirancang dengan desain compact dan dilengkapi fitur Lifting Lug, menjadikan proses pengangkatan bisa dilakukan tanpa alat berat. Selain itu, dinding tangki yang ekstra tebal juga membuat pemasangan tidak perlu dinding beton bertulang, sehingga instalasi lebih mudah, cepat, dan efisien.
4. Kualitas Air Terjaga
Tangki pendam Penguin ini juga dirancang untuk menjaga kualitas air PAM/PDAM tetap bersih. Berbeda dengan bak beton, Underground Tank terbuat dari polietilena berkualitas tinggi tidak berpori yang dilengkapi tutup tangki rapat. Air yang tersimpan pun tidak terkontaminasi oleh kotoran maupun zat pencemar dari luar.
Selain itu, toren Pendam ini dilengkapi perlindungan antimikroba yang efektif basmi hingga 99,99% bakteri dan jamur. Materialnya juga bebas BPA, tersertifikasi FDA dan Halal, sehingga aman untuk menyimpan air bersih.
5. Minim Perawatan
Berbeda dengan bak beton, tangki pendam Penguin membutuhkan perawatan yang jauh lebih minim. Materialnya yang tidak berpori membuat kotoran tidak mudah menempel pada dinding tangki, sehingga tidak perlu sering dikuras.
Selain itu, dinding Underground Tank yang sangat tebal juga lebih tahan benturan dan tekanan, tidak mudah retak atau bocor. Sebaliknya, bak beton cenderung lebih rentan mengalami retakan seiring waktu, dan jika terjadi kebocoran, lebih sulit dideteksi dan diperbaiki.
Tersedia dalam kapasitas 500-3.900 liter, serta garansi 12 tahun, Underground Tank pilihan tepat sistem penampungan air PAM/PDAM di rumah. Dapatkan produk ini dengan menghubungi customer service atau melalui official store Tokopedia, Tiktok Shop, dan Shopee Penguin Indonesia.
Baca juga: Bahaya Mikroplastik pada Kualitas Air Bersih di Rumah
