Penyebab dan cara mengatasi tekanan air lemah

Tekanan air lemah stabil menjadi salah satu masalah yang sering dialami banyak orang. Kondisi ini biasanya ditandai dengan aliran air keran dan shower yang kecil, atau air yang sulit mencapai lantai atas. Kondisi ini tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga dapat memengaruhi sistem distribusi air di rumah. Karena itu, penting untuk memahami penyebab, dampak, serta cara mengatasi tekanan air lemah atau kecil.

Berapa Tekanan Air Normal di Rumah?

Berapa Tekanan Air Normal di Rumah?

Tekanan air normal di rumah bergantung pada setiap titik penggunaan air di rumah. Umumnya, setiap titik membutuhkan tekanan yang berbeda, seperti:

  • Keran air membutuhkan tekanan sekitar 0,3 bar
  • Shower membutuhkan tekanan sekitar 0,7 bar

Untuk memastikan aliran air dari keran wastafel, kamar mandi, hingga shower tetap lancar, tekanan air ideal di rumah adalah sekitar 1–2 bar.

Dampak Tekanan Air Lemah di Rumah

Tekanan air yang lemah dapat membuat berbagai aktivitas rumah tangga terganggu, seperti:

  • Aliran air dari shower atau keran kecil sehingga mandi dan mencuci kurang nyaman
  • Pengisian mesin cuci membutuhkan waktu lebih lama karena debit air rendah

Dalam kondisi tertentu, tekanan yang tidak stabil dapat menyebabkan backflow (aliran balik air). Jika terjadi aliran balik, kotoran dari jalur pipa bisa masuk kembali ke dalam sistem penampungan sehingga kualitas air berisiko tercemar.

Tekanan air yang tidak stabil dapat memengaruhi kinerja peralatan rumah tangga, salah satunya water heater.

Jika tekanan air terlalu kecil atau tidak stabil, water heater tidak dapat berfungsi optimal. Hal ini karena water heater membutuhkan tekanan air minimum untuk mengaktifkan sistem pemanas.

Apa Penyebab Tekanan Air Rendah dan Cara Mengatasinya?

Pada sistem distribusi air yang menggunakan gravitasi, posisi tandon sangat memengaruhi tekanan air. Semakin rendah posisi toren air, semakin kecil tekanan yang dihasilkan. 

Cara mengatasinya:

Pastikan posisi tandon lebih tinggi dari titik keran atau shower agar tekanan air tetap kencang ke seluruh area rumah.

Jika kondisi rumah tidak memungkinkan pemasangan tandon di dak/atap, gunakan pompa pendorong untuk meningkatkan tekanan air.

Endapan kotoran atau kerak, serta kebocoran pada toren dan sistem pemipaan dapat menghambat aliran air, sehingga distribusi air ke dalam rumah tidak maksimal.

Cara mengatasinya:

Lakukan pemeriksaan serta pembersihan tandon dan pipa secara berkala. Jika Anda menggunakan filter air, ganti media atau kartrid filter saat sudah jenuh agar kualitas air tetap terjaga dan alirannya lancar.

Baca juga: Rekomendasi Filter Air Terbaik untuk di Rumah

Penyebab Tekanan Air Lemah dan Kecil

Pemasangan pipa yang tidak sesuai bisa menyebabkan tekanan air jadi pelan atau lemah, seperti:

  • Gesekan air dengan dinding pipa, terlebih jika jalur pipa panjang
  • Ukuran pipa tidak sesuai, seperti terlalu kecil maupun besar
  • Terlalu banyak belokan dan sambungan pada instalasi pipa

Setiap belokan pada jalur pipa dapat menurunkan tekanan air sekitar 0,1 bar. Semakin banyak hambatan pada jalur pemipaan, semakin besar tekanan air yang berkurang.

Cara Mengatasinya:

Buat jalur pipa yang lebih efisien, minimalkan jumlah belokan dan sambungan, serta pilih ukuran pipa yang sesuai agar distribusi tekanan tetap merata ke seluruh titik keran.

Pemilihan jenis pompa yang tidak tepat, serta komponen yang mengalami kerusakan menjadi salah satu penyebab tekanan air tidak optimal.

Cara mengatasinya:

  • Gunakan jenis pompa sesuai kebutuhan, seperti pompa booster untuk tangki atas atau pompa hisap untuk tandon pendam.
  • Pastikan kapasitas dan daya pompa sesuai dengan jumlah titik keran serta jarak pemipaan, dan lakukan pengecekan berkala agar performanya tetap optimal.

Aliran air yang pelan juga dapat terjadi karena perubahan tekanan dari sumber air PAM/PDAM. Kondisi ini terjadi saat pemakaian air tinggi atau ketika jalur distribusi mengalami gangguan.

Cara mengatasinya:

  • Gunakan tangki pendam

Posisinya yang berada di bawah tanah memudahkan air PAM mengalir masuk ke dalam tangki, walau tekanan dari sumber utama tidak stabil atau bermasalah.

  • Kombinasi tangki pendam dan toren air atas

Air PAM ditampung terlebih dahulu di tangki pendam, baru kemudian dialirkan ke toren atas. Selain membuat aliran air stabil, sistem ini juga memastikan cadangan air tetap aman meskipun terjadi gangguan pada sumber utama atau ketika listrik padam.

Baca juga: Apa Bedanya Tangki Air Atas dan Pendam

Selain memahami penyebab dan cara mengatasi tekanan air kecil, pemilihan tandon yang tepat juga berperan penting agar kualitas air tetap terjaga dan performa tangki tahan lama.

Solusi Tandon Terbaik untuk Pasokan Air Tetap Stabil

Mengatasi Penyebab Tekanan Air Rendah

Toren air Penguin merupakan solusi sistem penampungan air terbaik untuk rumah Anda. Terbuat dari 100% polietilena murni yang terbukti kuat serta aman dari risiko retak dan bocor. 

Tandon Penguin dilengkapi teknologi anti lumut dan antimikroba yang menjaga kualitas air tetap higienis. Toren ini juga sudah tersertifikasi SNI, FDA, dan Halal sehingga aman untuk menyimpan air bersih. 

Selain itu, toren Penguin juga dilengkapi perlindungan UV26 yang membuatnya tahan terhadap paparan cuaca ekstrem, serta garansi hingga 38 tahun yang menjamin performa tangki tetap optimal dalam jangka panjang.

Dapatkan produknya di Shopee, Tokopedia, dan Tiktok Shop Penguin Indonesia. Atau, hubungi customer service kami di WhatsApp ke 0855 777 0000.

Baca juga: Warna Tangki Air Terbaik untuk Desain Rumah Anda!