Mengenal Apa Itu Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)

Volume limbah rumah tangga dari aktivitas sehari-hari seperti mandi, mencuci, dan toilet terus meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk. Jika limbah ini dibuang tanpa pengolahan yang tepat, dampaknya tidak hanya mencemari lingkungan dan air tanah, tapi juga meningkatkan risiko penyakit. Karena itu, keberadaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sangat penting untuk rumah tangga maupun lingkungan.

Apa itu IPAL?

Apa itu IPAL

Menurut publikasi Universitas Indonesia, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) adalah sarana yang dirancang khusus untuk menampung dan mengolah limbah cair dari WC, kamar mandi, serta air bekas cucian sebelum dibuang ke lingkungan.

Apa Manfaat Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)?

Selain mengolah limbah cair agar lebih ramah dibuang ke lingkungan, IPAL juga bermanfaat dalam:

  • Menjaga kualitas air bersih: IPAL mencegah kontaminasi pada air tanah, terutama dari bakteri seperti E. coli.
  • Melindungi kesehatan: Mengurangi risiko penyakit seperti kolera, disentri, tifus, infeksi cacing usus, hingga diare.
  • Menjaga kenyamanan: Mengurangi keberadaan nyamuk, lalat, dan bau tidak sedap di sekitar rumah.
  • Mendukung daur ulang: Air limbah dan lumpur yang telah diolah bisa digunakan kembali untuk air campuran pupuk non-konsumsi.

Baca juga: 4 bahaya air limbah toliet yang tidak diolah dengan baik

Apa Saja Jenis-Jenis Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)?

Jenis-Jenis Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)

Berdasarkan skala penggunaannya, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dibagi menjadi dua, yaitu:

  1. IPAL setempat: Untuk satu rumah tangga (individu) yang umumnya berupa septic tank, hingga IPAL komunal untuk 2–10 rumah. 
  2. IPAL terpusat: Digunakan untuk kawasan pemukiman yang lebih luas seperti area perkotaan.

Agar kinerja IPAL terpusat tetap optimal dan efisien, penggunaan septic tank tetap berperan penting. Septic tank berfungsi sebagai tahap pengolahan awal, sehingga air limbah yang dialirkan ke IPAL terpusat memiliki tingkat pencemaran yang lebih rendah.

Terlebih, tidak semua rumah telah terhubung ke jaringan IPAL terpusat. Berdasarkan Peta Jalan Sanitasi Aman 2030 yang disusun oleh Bappenas dan UNICEF Indonesia, pada tahun 2020 hanya sekitar 1% atau 411.467 rumah tangga yang toiletnya sudah terhubung ke IPAL.

Karena itu, septic tank masih menjadi solusi paling ideal untuk mencegah pencemaran lingkungan di sekitar rumah, serta melindungi kualitas air tanah dan kesehatan keluarga. Ini semakin penting mengingat lebih dari 90% rumah tangga Indonesia masih menggunakan air tanah untuk kebutuhan sehari-hari.

Ingin tahu panduan lengkap cara pemasangan BIO Septic Tank yang baik? Baca di sini!

Solusi Septic Tank Ramah Lingkungan untuk Rumah Tangga

Solusi Septic Tank Ramah Lingkungan untuk Rumah Tangga

BIOROTECH BIO Septic Tank Penguin dirancang khusus untuk mengolah air limbah rumah tangga secara efektif, ramah lingkungan, dan tahan lama. 

Dengan sistem Multi-stage Purification 5 tahap, BIO Septic Tank menguraikan limbah rumah tangga secara efisien dengan tingkat pemurnian lebih dari 80%. Hasilnya, limbah cair lebih ramah lingkungan, sehingga pemasangan tidak memerlukan sumur resapan yang luas dan ideal dekat sumber air bersih.

BIO Septic Tank juga terbuat dari polietilena rotograde yang diproses melalui metode rotasi dengan suhu bertekanan tinggi. Dinding tangki ekstra tebal dan tanpa sambungan, sehingga tahan tekanan air dan tanah, tidak mudah retak atau bocor, serta tahan zat korosif dalam limbah dan air tanah.

BIO Septic Tank Penguin memiliki desain compact dan ringan namun kokoh, sehingga tidak memerlukan dinding beton bertulang atau bantuan alat berat. Proses pemasangannya pun menjadi lebih praktis, efisien, dan septik siap digunakan dalam 24 jam.

BIO Septic Tank Ramah Lingkungan Terbaik

Tersedia dalam pilihan kapasitas mulai dari 1.000 liter, 1.500 liter, hingga 2.000 liter, beli produknya di toko bangunan terdekat atau melalui official store Tokopedia, Tiktok Shop, dan Shopee Penguin Indonesia.

Baca juga: Tangki berlumut? segera atasi agar kualitas air bersih terjaga!