Penyebab dan cara mengatasi air terkontaminasi bakteri

Air yang higienis merupakan kebutuhan krusial untuk mendukung kesehatan serta aktivitas harian. Namun, pencemaran lingkungan maupun perbaikan pipa dapat menyebabkan air mengandung mikroorganisme seperti bakteri, jamur, dan parasit. Jika dibiarkan, air yang terkontaminasi bakteri dapat memicu berbagai masalah kesehatan, mulai dari iritasi kulit hingga gangguan pencernaan.

4 Penyebab Air Terkontaminasi Bakteri

Berikut beberapa penyebab air bisa terkontaminasi bakteri, yaitu:

Penyebab air mengandung bakteri e. coli

Sumber air yang dekat dengan septic tank maupun tempat pembuangan limbah bisa menjadi penyebab masuknya bakteri ke dalam air rumah tangga.

Menurut data BPS, di atas 40% rumah tangga di DKI Jakarta memasang tangki septik kurang dari 10 meter dari sumber air. Jarak yang terlalu dekat ini membuat air rentan terkontaminasi bakteri, terutama Escherichia coli (E. coli).

Di Indonesia, hasil studi menunjukkan 7 dari 10 rumah tangga menggunakan sumber air minum yang terkontaminasi E. coli. 

Pipa yang bocor bisa menjadi celah masuknya bakteri ke dalam air. Selain itu, pada pipa yang sudah lama, dinding dalamnya rentan mengalami penumpukan biofilm yang menjadi tempat ideal mikroorganisme. Akibatnya, air berisiko terkontaminasi sebelum sampai ke rumah.

Konstruksi dan material beton yang kurang kokoh membuat dinding tangki pendam mudah retak. Celah dari retakan tersebut, air limbah dan kotoran dari luar bisa masuk dan menurunkan kualitas air.

Tangki air yang tidak rutin dikuras akan membuat kotoran menumpuk di dasar toren. Tumpukan kotoran ini bisa menjadi tempat ideal bagi bakteri untuk tumbuh dan berkembang biak.

Dampak Air Rumah Tangga Terkontaminasi Bakteri

Berikut beberapa dampak air yang mengandung bakteri, parasit, maupun jamur, yaitu:

Mandi dengan air yang terkontaminasi bakteri, parasit, atau jamur berpotensi memicu iritasi kulit. Risikonya dapat meningkat pada orang dengan kulit sensitif atau yang mengalami luka. Gejalanya:

  • Kulit kemerahan
  • Muncul rasa gatal
Dampak menggunakan air terkontaminasi bakteri dan jamur

Air mandi yang mengandung jamur tertentu berisiko mengganggu kesehatan kulit kepala, mulai dari iritasi hingga infeksi, dengan gejala seperti: Gejala yang dapat muncul:

  • Rasa gatal dan perih
  • Kulit kepala kemerahan atau bersisik
  • Muncul ketombe dan peradangan

Air yang terkontaminasi juga dapat meningkatkan risiko masuknya bakteri penyebab infeksi saluran kemih (ISK). Gejalanya:

  • Nyeri saat buang air kecil
  • Frekuensi buang air kecil meningkat

Mencuci peralatan makan dengan air terkontaminasi E. coli dapat membuat bakteri tersebut menempel di permukaannya. Jika masuk ke pencernaan, akibatnya:

  • Sakit perut
  • Diare
  • Dehidrasi karena kekurangan cairan akibat diare

Buah dan sayuran yang dikonsumsi mentah berisiko membawa bakteri seperti E. coli ke dalam tubuh, jika dicuci dengan air yang terkontaminasi.

Menurut WHO, bakteri E. coli dapat menghasilkan toksin Shiga (STEC) yang menyebabkan demam, muntah, kram perut, dan diare. Pada anak kecil dan lansia, infeksi dapat berkembang menjadi sindrom uremik hemolitik (HUS) yang ditandai dengan:

  • Gagal ginjal akut
  • Anemia hemolitik
  • Penurunan jumlah trombosit darah

Cara Menghilangkan Bakteri dalam Air Rumah Tangga

Berikut cara untuk menghilangkan bakteri dalam air:

  • Merebus Air: Rebus air hingga mendidih sempurna (100°C) dan biarkan tetap mendidih selama 1-3 menit, lalu angkat dan dinginkan sebelum digunakan.
  • Menambahkan Kaporit: Larutkan bubuk kaporit dengan air, tuang ke dalam bak penampungan, aduk hingga rata, lalu diamkan beberapa saat.

Meski begitu, kedua metode ini memiliki keterbatasan. Proses perebusan air memakan waktu dan kurang efektif membasmi semua jenis bakteri, sedangkan kaporit berpotensi meninggalkan residu kimia yang memengaruhi rasa dan bau air.

Sebagai solusi terbaik, filter air ultrafiltrasi merupakan pilihan yang tepat. Filter ini mampu menghilangkan bakteri, parasit, jamur, dan mikroorganisme lainnya sehingga kualitas air lebih higienis.

Rekomendasi Filter Air Terbaik untuk Menghilangkan Bakteri

Filter air PVDF Ultrafiltration

Bleu Ultrafiltration (UF) Penguin merupakan filter air terbaik untuk menghilangkan mikroorganisme berbahaya dalam air.

Menggunakan membran PVDF (Polyvinylidene Fluoride) dengan kerapatan 0,01 mikron, filter ini telah teruji dan tersertifikasi SGS dapat mengurangi bakteri hingga 99,99%. Selain itu, pori membrannya yang sangat rapat membuat filter ini mampu menyaring berbagai partikel halus, seperti debu, pasir, karat, dan mikroplastik.

Berikut keunggulannya:

Berbagai kontaminan mikroskopis tersaring secara efektif, menghasilkan air yang lebih jernih dan higienis untuk seluruh kebutuhan rumah tangga.

Menyaring partikel halus sebelum air dialirkan ke dalam rumah, menjadikan pipa bebas sumbatan dan performa peralatan rumah tangga tetap terjaga.

Bleu UF memiliki debit air tinggi hingga 4.000 liter per jam, sehingga dapat memenuhi kebutuhan air untuk aktivitas sehari-hari.

Selama proses penyaringan, filter Bleu UF tetap mempertahankan mineral alami yang dibutuhkan tubuh serta tidak menghasilkan air buangan.

Terdapat fitur backwash untuk memudahkan pembersihan membran dan fitur bypass agar perawatan dapat dilakukan tanpa mematikan aliran air ke rumah.

Material membran kuat, tahan zat kimia, serta bisa dicuci berulang kali dengan masa pakai hingga 2 tahun, penggunaannya efisien untuk jangka panjang.

Selain itu, housing filter dirancang tebal dan tahan cuaca, aman untuk dipasang di luar ruangan, serta dilengkapi garansi 2 tahun.

Rekomendasi filter air ultrafiltration terbaik

Tersedia dalam ukuran 10 inch dan 20 inch, dapatkan filter Bleu UF Penguin di official store Shopee, TikTok Shop, dan Tokopedia Penguin Indonesia. Atau, konsultasikan kondisi air Anda dengan CS kami melalui 0855 777 0000 (WhatsApp).

FAQ Air Mengandung Bakteri

Jenis bakteri yang umum ditemukan dalam air rumah tangga adalah E. coli dan Salmonella. Jenis bakteri ini biasanya berasal dari pencemaran lingkungan, rembesan limbah, atau pipa yang bocor.

Cara membunuh bakteri di air bisa dengan merebus air, menambahkan kaporit, dan menggunakan filter Bleu Ultrafiltration (UF). Di antara ketiganya, filter UF adalah solusi paling efektif karena terbukti menghilangkan bakteri hingga 99,99%.

Anda dapat merebus air hingga mendidih sempurna (100°C) selama 1-3 menit untuk mematikan bakteri. Namun, cara ini tidak sepenuhnya efektif untuk membasmi semua jenis bakteri di dalam air.

Ya, bisa. Filter air ultrafiltrasi dengan membran PVDF 0,01 mikron seperti Bleu Ultrafiltration (UF) efektif mengurangi bakteri hingga 99,99%. Selain itu, filter UF ini juga dapat menyaring parasit, jamur, lumut, dan partikel halus.

Filter air Bleu Ultrafiltration (UF) Penguin memiliki membran dengan tingkat kerapatan pori 0,01 mikron, sehingga efektif menyaring berbagai kontaminan mikroskopis dalam air.

Baca juga: 4 Ciri-Ciri Air Sadah dan Cara Mudah Mengatasinya