Banyak orang mengira bahwa lapisan hijau yang muncul di dalam tandon atau toren air merupakan lumut. Faktanya, yang sebenarnya tumbuh di dalam tangki atau toren air adalah alga. Kesalahan ini umum terjadi karena keduanya berwarna hijau dan sering muncul di lingkungan lembap. Karena itu, agar tidak salah mengenali, penting untuk mengetahui perbedaan di antara lumut dan alga.
Kenapa Sering Disangka Lumut?
Alga sering disangka sebagai lumut karena keduanya memiliki tampilan dan lingkungan tumbuh yang hampir mirip, antara lain:
- Sama-sama berwarna hijau karena mengandung klorofil
- Tumbuh di lingkungan yang lembap
- Muncul pada area yang terkena cahaya matahari
- Memiliki tekstur licin atau menyerupai lapisan hijau di permukaan
Karena itulah, lapisan hijau di dalam tandon sering disebut sebagai lumut, padahal faktanya adalah alga.
Apa Perbedaan Antara Lumut dan Alga?

Meski terlihat mirip, berikut beberapa perbedaan antara lumut dan alga yang perlu kamu ketahui:
1. Habitat
Perbedaan paling mudah dikenali terletak pada tempat tumbuhnya.
- Lumut umumnya tumbuh menempel di permukaan seperti batang pohon, batu, hingga dinding rumah
- Alga hidup dan berkembang di lingkungan berair, seperti danau, kolam, hingga tandon atau toren air
2. Struktur
Perbedaan kedua antara lumut dan alga dapat terlihat dari bentuknya. Lumut memiliki bentuk yang lebih padat dan terlihat jelas, biasanya menyerupai serabut, karpet hijau, atau lapisan tebal yang menempel pada permukaan.
Sebaliknya, alga memiliki struktur cenderung menyerupai serat halus atau berupa lapisan tipis yang tersebar di dalam toren atau tangki air. Beberapa jenis alga juga memiliki tekstur licin dan berlendir.
3. Dampak Pertumbuhan
Baik lumut maupun alga sama-sama dapat menghasilkan oksigen melalui proses fotosintesis. Namun, jika pertumbuhannya berlebihan di dalam tandon, alga dapat menurunkan kualitas air yang tersimpan.
Pertumbuhan alga yang berlebihan dapat menurunkan kadar oksigen terlarut (dissolved oxygen) di dalam air karena beberapa hal berikut:
- Proses respirasi: Saat malam hari, alga berhenti berfotosintesis dan melakukan respirasi dengan menyerap oksigen terlarut dan melepaskan karbon dioksida. Akibatnya, kadar oksigen di dalam air akan menurun.
- Proses pembusukan: Alga yang mati akan diuraikan oleh bakteri. Proses ini membutuhkan oksigen dalam jumlah besar sehingga semakin mengurangi kadar oksigen di dalam air.
Akibatnya, keseimbangan kualitas air terganggu dan dapat memicu pertumbuhan bakteri anaerob penyebab bau tidak sedap. Pertumbuhan alga juga membuat air di dalam tandon jadi kehijauan, keruh, berbau, serta membuat dinding tangki licin dan sulit dibersihkan.
Baca juga: Apakah Air Berlumut Berbahaya untuk Digunakan?
Kenapa Alga dapat Tumbuh di dalam Tandon?

Pada toren air, pertumbuhan alga biasanya dipicu oleh beberapa kondisi berikut:
- Paparan cahaya matahari yang masuk ke dalam tandon
- Air yang mengandung nutrisi sebagai sumber makanan
- Kondisi tandon yang lembap dan berair
Kondisi tersebut menjadi lingkungan ideal bagi pertumbuhan alga di dalam air. Semakin banyak cahaya matahari yang masuk ke dalam toren, semakin cepat alga tumbuh dan berkembang.
Cari tahu penyebab lain toren air berlumut di sini!
Bagaimana Cara agar Tandon Air Tidak Berlumut?
Selain rutin membersihkan tandon setiap 3–6 bulan, cara paling efektif untuk mencegah pertumbuhan alga adalah memastikan tidak ada cahaya matahari yang masuk ke dalam tangki.
Hal ini penting karena cahaya merupakan faktor utama yang mendukung proses fotosintesis dan pertumbuhan alga di dalam tandon. Karena itu, tangki air Penguin menjadi solusi terbaik penyimpanan air bersih di rumah Anda.
Baca juga: Ini Cara Mencegah Toren Air Berlumut
Tandon Anti Lumut Penguin, Solusi Terbaik untuk Rumah Anda
1. Perlindungan Khusus

Tandon air Penguin dirancang dengan teknologi Light-Proof yang membuat dinding tangki kedap cahaya. Teknologi ini mencegah sinar matahari masuk ke dalam tangki, sehingga:
- Tangki air bebas lumut apa pun warnanya
- Air tidak berubah warna, berlendir, atau berbau
- Penggunaan air sehari-hari jadi lebih nyaman
Toren Penguin juga dilengkapi teknologi ActiveGuard+ yang efektif membunuh 99,99% bakteri dan jamur. Teknologi ini menjaga kualitas air tetap higienis dan tangki bersih lebih lama.
Untuk memastikan daya tahannya, tangki air Penguin menggunakan teknologi UltraShield UV26 yang melindungi tangki dari panas dan hujan. Perlindungan ini membuat tangki tidak mudah getas atau retak, serta warna tetap cerah.
2. Garansi dan Layanan Terjamin
Tandon air Penguin juga dilengkapi dengan garansi hingga 38 tahun dengan proses klaim yang mudah. Untuk bantuan klaim atau informasi produk, Anda dapat menghubungi customer service kami melalui:
- Bebas pulsa: 0800 111 2222
- WhatsApp: 0855 777 0000
3. Pilihannya Beragam

Tersedia dalam pilihan kapasitas 300 – 30.000 liter, serta varian warna menarik, toren air Penguin bisa disesuaikan dengan berbagai kebutuhan.
Dapatkan produknya di toko bangunan terdekat atau official store Shopee, Tokopedia, dan Tiktok Shop Penguin Indonesia.
Baca juga: Rekomendasi Filter Air Keran Terbaik untuk di Rumah
