Penyebab, dampak, dan cara mengatasi air berkapur

Air berkapur, atau yang dikenal sebagai air sadah (hard water), adalah air yang mengandung mineral kalsium dan magnesium dalam kadar tinggi. Kondisi ini umumnya ditemukan pada sumber air tanah maupun sumur. Di banyak wilayah Indonesia, air tanah dan air sumur masih menjadi sumber utama air bersih untuk kebutuhan rumah tangga. Karena itu, penting untuk memahami penyebab, dampak, serta cara mengatasi air berkapur agar kualitas air di rumah tetap terjaga.

 

Apa Penyebab Air Berkapur?

Penyebab utama air berkapur adalah akibat tingginya kandungan mineral alami, seperti kalsium dan magnesium yang terlarut di dalam air.

Mineral tersebut masuk ke dalam air ketika air tanah melewati lapisan batuan kapur, kemudian larut dan terbawa ke sumber air Anda. Semakin banyak mineral yang larut, semakin tinggi juga tingkat kesadahan air di rumah.

Apa Dampak Menggunakan Air Berkapur?

Penyebab dan cara mengatasi air yang berkapur

Salah satu dampak paling umum menggunakan air sadah adalah munculnya bercak atau noda putih pada permukaan keran, cermin dan lantai kamar mandi. Bercak tersebut berasal dari endapan mineral kalsium dan magnesium yang dan tertinggal, serta mengering setelah air menguap.

Air berkapur dapat menyebabkan terbentuknya kerak mineral secara bertahap pada berbagai peralatan rumah tangga. Penumpukan kerak ini dapat menurunkan efisiensi kerja peralatan, meningkatkan konsumsi energi, hingga memperpendek usia pakainya.

Beberapa contohnya: 

  • Alat masak: Kerak pada teko, ketel, hingga panci dapat membuat pemanasan air menjadi lebih lama. Dalam jangka panjang, kerak ini akan lebih sulit dibersihkan, bahkan teksturnya yang kasar dan berpori berpotensi menjadi tempat menempelnya sisa kotoran.
  • Mesin cuci: Kerak dapat menempel pada saluran air, bahkan komponen dalam mesin. Selain menghambat aliran air ke mesin cuci, kerak juga membuat mesin bekerja lebih berat dan mudah rusak.
  • Water heater: Kerak yang menempel pada elemen pemanas dapat menghambat perpindahan panas, menyebabkan proses pemanasan air lebih lama dan konsumsi listrik meningkat.
  • Saluran air: Endapan kerak pada keran, shower, dan pipa dapat mengurangi tekanan air. Kondisi ini menyebabkan aliran air menjadi pelan bahkan berisiko tersumbat total.

Selain membuat sabun sulit berbusa, mineral dalam air sadah juga dapat membentuk residu yang menempel pada serat kain selama proses pencucian. Akibatnya, pakaian menjadi:

  • Terasa lebih kaku dan kasar setelah dicuci
  • Tampak kusam meskipun sudah dicuci bersih

Pada tingkat kesadahan tinggi, air dapat meninggalkan rasa mineral yang lebih kuat. Jika digunakan untuk memasak atau menyeduh minuman, air dapat memengaruhi cita rasanya seperti terasa pahit atau getir.

Cuci tangan pakai sabun

Dampak air berkapur selanjutnya adalah sabun menjadi lebih sulit berbusa. Hal ini terjadi karena kandungan mineral bereaksi dengan asam lemak pada sabun sehingga membentuk endapan yang sulit larut (soap scum).

  • Sabun menjadi lebih sulit berbusa
  • Penggunaan sabun atau deterjen cenderung lebih banyak
  • Sabun juga sulit dibilas sehingga memerlukan lebih banyak air

Selain sabun lebih sulit berbusa dan dibilas, mineral dalam air sadah juga dapat meninggalkan lapisan residu (soap film). Residu yang tertinggal ini berpotensi mengganggu keseimbangan pH kulit ketika air digunakan untuk mandi.

Beberapa dampak yang dapat dirasakan antara lain:

  • Kulit terasa kering, gatal, dan mudah iritasi
  • Rambut menjadi kering dan berpotensi rusak
  • Pada orang dengan kondisi kulit kepala yang kering dan berketombe, air berkapur dapat memperburuk kondisinya

Apa Ciri-Ciri Air Mengandung Zat Kapur?

Ciri-ciri air mengandung zat kapur (air sadah) dapat dikenali dari beberapa tanda yang muncul saat digunakan dalam aktivitas sehari-hari, antara lain:

  • Muncul kerak putih pada keran, shower, wastafel, teko, panci, mesin cuci, atau water heater.
  • Permukaan cermin, keramik, lantai kamar mandi, dan perabotan sering meninggalkan bercak putih setelah terkena air.
  • Sabun atau deterjen lebih sulit berbusa sehingga membutuhkan penggunaan yang lebih banyak.
  • Pakaian dan handuk terasa lebih kaku, kasar, atau tampak kusam setelah dicuci.
  • Aliran air dari keran atau shower menjadi lebih lemah akibat penumpukan kerak.

Untuk mengetahui tingkat kesadahan air secara lebih akurat, Anda dapat melakukan uji kesadahan menggunakan water hardness test kit atau pengujian laboratorium.

Bagaimana Cara Mengatasi Air yang Berkapur?

Cara mengatasi air yang mengandung zat kapur tinggi

Cara mengatasi air yang berkapur adalah dengan memasang filter air softener Bleu Soft Series (FB35 ION) yang efektif mengurangi kalsium dan magnesium dalam air.

Dengan berbagai keunggulannya, filter air softener Penguin ini menjadi solusi terbaik untuk kualitas air yang lebih bersih, lembut, dan nyaman digunakan sehari-hari.

Filter untuk air berkapur ini menggunakan media resin kation berupa butiran polimer sintetis berpori dengan tingkat kemurnian tinggi. Media tersebut bekerja melalui proses pertukaran ion (ion exchange), yaitu menukarkan ion kalsium dan magnesium penyebab air sadah dengan ion natrium.

Melalui proses ini, tingkat kesadahan air dapat berkurang sehingga:

  • Mengurangi bercak putih dan pembentukan kerak
  • Membantu meningkatkan efektivitas sabun dan deterjen
  • Menjaga performa peralatan rumah tangga tetap tahan lama
  • Memastikan kualitas air lebih nyaman untuk kulit dan rambut
Filter air softener terbaik

Dilengkapi pilihan katup otomatis yang memudahkan proses backwash dan regenerasi media secara lebih praktis sesuai jadwal. Tersedia juga pilihan katup manual yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan penggunaan.

Agar performa filter air FB35 ION tetap optimal, lakukan penggantian media filter setiap 1–2 tahun, atau sesuaikan dengan kondisi air dan penggunaan harian.

Filter Penguin untuk air berkapur ini menggunakan tabung FRP (Fiberglass Reinforced Plastic) yang memiliki ketahanan terhadap tekanan air hingga 6 bar, serta korosi dan cuaca sehingga tahan lama.

Terbuat dari material food grade dan sudah tersertifikasi Halal, filter air berkapur Penguin juga aman digunakan sebagai sistem filtrasi air rumah tangga. Dilengkapi dengan garansi tabung 5 tahun, menjamin kualitas dan ketahanannya untuk waktu yang lama.

Temukan filter air Bleu Soft Series Penguin di official store Shopee, Tokopedia, maupun Tiktok Shop Penguin Indonesia. Atau, hubungi customer service kami di 0800 111 2222 (bebas pulsa) atau WhatsApp ke 0855 777 0000.

Baca juga:

4 Alasan Septic Tank Hanya Boleh untuk Limbah Toilet

Tips Menentukan Lokasi Terbaik Tangki Air Pendam